51. PI_F_AL_01: Return on Equity (ROE)
Definisi: Rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari modal (ekuitayang tersedia.
Rumus:

Catatan: Jika laba bersih dan ekuitas keduanya negatif, maka nilai ROE adalah 1.
Penjelasan Komponen:
- Laba Bersih Setelah Pajak: Selisih lebih antara total pendapatan dan total beban dalam satu periode (satu tahusetelah dikurangi pajak penghasilan (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).
- Jumlah Ekuitas: Total modal ditambah cadangan, atau total aset dikurangi total kewajiban (tercantum dalam Laporan Neraca).
Data yang Dibutuhkan:
- Laba bersih setelah pajak: Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.
- Jumlah ekuitas: Nilai jumlah ekuitas (modal + cadangadari Laporan Neraca.
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.
- Jika laporan keuangan hasil audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
- Catatan: Penilaian kinerja keuangan tetap dilakukan meskipun laporan keuangan tidak diaudit selama 2 tahun berturut-turut atau memperoleh opini disclaimer, dengan catatan mengenai status audit laporan keuangan.
52. PI_F_AL_02: Rasio Operasi (Operating Ratio)
Definisi: Rasio yang mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan air limbah. Semakin rendah rasio, semakin efisien. Rasio di atas 100% menunjukkan kerugian operasional. Biaya penyusutan tidak termasuk dalam perhitungan biaya operasional.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Biaya Operasional: Seluruh biaya usaha pokok untuk pengolahan air limbah, tidak termasuk biaya penyusutan, meliputi:
- Biaya langsung usaha: Pegawai, listrik, kimia, BBM, pemeliharaan (gedung, IPAL, jaringan pipa).
- Biaya tidak langsung usaha: Biaya administrasi dan umum.
- Total Pendapatan Air Limbah: Seluruh pendapatan usaha, termasuk pendapatan pokok air limbah dan pendapatan non-air limbah.
Dasar Penilaian Kinerja:
- Minimal 100%: Tidak rugi, tidak laba (nilai minimum).
- < 50%: Target ideal untuk efisiensi dan menghasilkan laba.
- 50% ≤ x < 70%: Tingkat efisiensi di atas rata-rata.
- 70% ≤ x < 90%: Tingkat efisiensi rata-rata.
- ≥ 90%: Tingkat efisiensi kurang baik.
Data yang Diperlukan:
- Total Biaya Operasional (termasuk biaya langsung dan tidak langsung, tidak termasuk penyusutan).
- Total Pendapatan Air Limbah (pendapatan pokok dan non-air limbah).
Sumber Data: Laporan Laba Rugi.
- Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP atau BPK.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal air limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
Cara Memperoleh Data:
- Ambil nilai biaya operasional dari Laporan Laba Rugi.
- Ambil nilai pendapatan dari Laporan Laba Rugi.
53. PI_F_AL_03: Rasio Kas (Cash Ratio)
Definisi: Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas dan setara kas yang tersedia.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Jumlah Kas: Seluruh uang tunai yang ada di perusahaan dan di bank.
- Setara Kas: Investasi jangka pendek yang sangat likuid dan mudah dikonversi menjadi kas (misalnya deposito, surat berharga jangka pendek).
- Jumlah Kewajiban Lancar: Seluruh kewajiban yang harus dilunasi dalam satu tahun buku (tercantum dalam Laporan Neraca).
Data yang Dibutuhkan:
- Jumlah Kas + Setara Kas: Nilai total kas dan setara kas dari Laporan Neraca.
- Jumlah Kewajiban Lancar: Nilai total kewajiban lancar dari Laporan Neraca.
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
54. PI_F_AL_04: Efektivitas Penagihan (Collection Efficiency)
Definisi: Rasio yang mengukur persentase tagihan air limbah yang berhasil diterima pembayarannya dari pelanggan. Semakin tinggi rasio, semakin efektif penagihan dan semakin kecil piutang usaha.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Jumlah penerimaan rekening air limbah: Total uang yang diterima dari pembayaran rekening air limbah dalam satu tahun berjalan (melalui kas atau bank).
- Jumlah rekening air limbah yang diterbitkan: Total nilai tagihan air limbah yang ditagihkan kepada pelanggan dalam periode yang sama.
Data yang Diperlukan:
- Jumlah penerimaan rekening air limbah.
- Jumlah rekening air limbah yang diterbitkan.
Sumber Data:
- Laporan Daftar Rekening Ditagih (DRD).
- Laporan Arus Kas.
- Buku Laporan Penerimaan dan Laporan Rekening yang Ditagih (jika belum ada, perlu disusun).
- Iktisar Rekening Air Limbah (biasanya disusun oleh bagian hubungan pelanggan).
Cara Memperoleh Data:
- Data penerimaan rekening air dapat diambil dari Laporan Arus Kas atau dihitung dari saldo awal piutang + pendapatan penjualan air – saldo akhir piutang (DRD Tertagih).
- Data jumlah rekening air diambil dari total nilai tagihan air limbah yang diterbitkan (harga air + beban tetap).
55. PI_F_AL_05: Solvabilitas (%) (Solvability)
Definisi: Ukuran kemampuan BUMD Pengelola Air Limbah dalam menjamin kewajiban jangka panjangnya dengan total aset yang dimiliki. Menunjukkan kemampuan perusahaan melunasi seluruh kewajiban dengan seluruh asetnya.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Jumlah Aset: Seluruh sumber daya yang dikuasai perusahaan yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan (tercantum dalam Laporan Neraca).
- Jumlah Kewajiban: Seluruh kewajiban yang harus dibayar (tercantum dalam Laporan Neraca).
Data yang Dibutuhkan:
- Jumlah Aset: Nilai total aset dari Laporan Neraca.
- Jumlah Kewajiban: Nilai total kewajiban dari Laporan Neraca.
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
56. PI_F_AL_06: Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif (%) / Return on Asset (ROA)
Definisi: Rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari total aset yang dimiliki.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Laba Setelah Pajak: Pendapatan Operasi + Pendapatan Non Operasi – Biaya Operasi – Biaya Non Operasi – Pajak (tercantum dalam Laporan Laba Rugi). Biaya Operasi terdiri dari Biaya Langsung dan Biaya Administrasi & Umum.
- Total Aset: Aktiva Lancar + Investasi Jangka Panjang + Aktiva Tetap (Nilai Buku, tidak termasuk Aktiva Tetap Dalam Penyelesaia(tercantum dalam Laporan Neraca).
Data yang Dibutuhkan:
- Laba bersih setelah pajak: Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.
- Total aset: Nilai total aset dari Laporan Neraca (Aktiva Lancar + Aktiva Tetap).
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
57. PI_F_AL_07: Rasio Laba Bersih (%) / Profit Margin (%)
Definisi: Rasio yang mengukur persentase laba bersih setelah pajak yang diperoleh dari setiap rupiah pendapatan operasi.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Laba Bersih Setelah Pajak: Pendapatan Operasi + Pendapatan Non Operasi – Biaya Operasi – Biaya Non Operasi – Pajak (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).
- Pendapatan Operasi: Pendapatan Pengelolaan Air Limbah + Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah. Pendapatan Pengelolaan Air Limbah terdiri dari harga jasa pengelolaan, jasa administrasi, dan pendapatan lainnya. Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah terdiri dari denda administrasi dan lain-lain.
Data yang Dibutuhkan:
- Laba bersih setelah pajak: Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.
- Pendapatan operasi: Nilai pendapatan operasi dari Laporan Laba Rugi.
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
58. PI_F_AL_08: Rasio Aktiva Lancar terhadap Hutang Lancar / Current Ratio
Definisi: Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Current Ratio < 1 menunjukkan kondisi ilikuid, sedangkan > 1 menunjukkan kondisi likuid.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Aktiva Lancar: Kas dan setara kas, piutang, persediaan, pembayaran di muka (tercantum dalam Laporan Neraca).
- Kewajiban Jangka Pendek: Seluruh kewajiban lancar pada akhir tahun buku, termasuk hutang usaha, hutang pajak, dan hutang lain-lain (tercantum dalam Laporan Neraca).
Dasar Penilaian Kinerja:
- Minimal 100%: Batas minimum kemampuan membayar kewajiban jangka pendek. Nilai di atas 100% dianggap baik.
- < 90%: Batas tidak wajar, menunjukkan potensi ketidakmampuan membayar kewajiban jangka pendek.
- 110% ≤ x < 125%: Tingkat likuiditas di atas rata-rata.
- ≥ 125%: Tingkat likuiditas baik.
Data yang Diperlukan:
- Jumlah kas + setara kas, persediaan, piutang (dari Aktiva Lancar).
- Jumlah kewajiban jangka pendek (Kewajiban Lancar).
Sumber Data: Laporan Neraca.
- Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP atau BPK.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
Cara Memperoleh Data:
- Ambil nilai kas + setara kas dari Laporan Neraca.
- Ambil nilai kewajiban lancar dari Laporan Neraca.
59. PI_F_AL_09: Rasio Hutang Jangka Panjang terhadap Ekuitas / Debt to Equity Ratio
Definisi: Rasio yang mengukur proporsi hutang jangka panjang perusahaan dibandingkan dengan modal (ekuitapemilik.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Utang Jangka Panjang: Kewajiban yang harus dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun, termasuk pinjaman pemerintah, pinjaman luar negeri, dan kredit bank jangka panjang (tercantum dalam Laporan Neraca).
- Ekuitas: Modal dan cadangan, termasuk penyertaan pemerintah, kekayaan pemda yang dipisahkan, modal hibah, selisih penilaian kembali aktiva tetap, cadangan tujuan, cadangan umum, laba ditahan (akumulasi kerugian), dan laba/rugi tahun berjalan (tercantum dalam Laporan Neraca).
Data yang Dibutuhkan:
- Utang jangka panjang: Nilai total utang jangka panjang dari Laporan Neraca.
- Ekuitas: Nilai total ekuitas dari Laporan Neraca.
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
60. PI_F_AL_10: Debt Service Coverage Ratio (DSCR)
Definisi: Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban utang (pokok dan bungyang jatuh tempo dengan laba operasi sebelum biaya penyusutan.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Laba Operasi sebelum Penyusutan: Pendapatan Operasi – Biaya Operasi sebelum Biaya Penyusutan (Biaya Langsung + Biaya Administrasi & Umum sebelum Biaya Penyusuta(dapat dihitung dari Laporan Laba Rugi).
- (Angsuran Pokok + BungJatuh Tempo: Total angsuran pokok utang jangka panjang dan bunga utang jangka panjang yang harus dibayar dalam periode berjalan (tercantum dalam Laporan Neraca atau jadwal pembayaran utang).
Catatan: Jika tidak memiliki utang berbunga dan mengalami laba, nilai DSCR adalah 5. Jika tidak memiliki utang berbunga dan mengalami rugi, nilai DSCR adalah 1.
Data yang Dibutuhkan:
- Laba Operasi sebelum Biaya Penyusutan: Nilai laba operasi sebelum penyusutan dari Laporan Laba Rugi.
- (Angsuran Pokok + BungJatuh Tempo: Nilai angsuran pokok dan bunga utang jangka panjang yang jatuh tempo dari Laporan Neraca atau catatan utang.
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
61. PI_F_AL_11: Rasio Aktiva Produktif terhadap Pendapatan Pengelolaan Air Limbah (Asset to Sales Ratio)
Definisi: Rasio yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva produktif dalam menghasilkan pendapatan dari pengelolaan air limbah.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Aktiva Produktif: Aktiva Lancar + Investasi Jangka Panjang + Aktiva Tetap (Nilai Buku), tidak termasuk Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian (tercantum dalam Laporan Neraca).
- Pendapatan Pengelolaan Air Limbah: Harga Jasa Pengelolaan Air Limbah + Jasa Administrasi + Pendapatan Pengelolaan Air Limbah Lainnya (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).
Data yang Dibutuhkan:
- Aktiva Produktif: Nilai total aktiva produktif dari Laporan Neraca.
- Pendapatan Pengelolaan Air Limbah: Nilai pendapatan pengelolaan air limbah dari Laporan Laba Rugi.
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
62. PI_F_AL_12: Jangka Waktu Penagihan Piutang (Delay in Accounts Receivable)
Definisi: Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutang usahanya. Semakin pendek jangka waktu penagihan, semakin baik.
Rumus:

Penjelasan Komponen:
- Piutang Usaha: Piutang Pengelolaan Air Limbah + Piutang Non Pengelolaan Air Limbah + Piutang Ragu-ragu – Penyisihan Piutang Usaha (tercantum dalam Laporan Neraca).
- Jumlah Pendapatan Pengelolaan Air Limbah per hari: (Pendapatan Operasi SPALD : 360 hari). Pendapatan Operasi = Pendapatan Pengelolaan Air Limbah + Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah. Pendapatan Pengelolaan Air Limbah terdiri dari Harga Jasa Pengelolaan, Jasa Administrasi, dan Pendapatan Lainnya. Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah terdiri dari Denda Administrasi dan lain-lain (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).
Data yang Dibutuhkan:
- Piutang Usaha: Nilai total piutang usaha dari Laporan Neraca.
- Jumlah Pendapatan per Hari: Nilai Pendapatan Operasi per tahun dari Laporan Laba Rugi dibagi 360 hari.
Sumber Data:
- Laporan keuangan yang telah diaudit.
- Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
63. PI_F_AL_13: Prosentase Pemenuhan Tarif FCR (%) (Percentage Fulfillment of FCR Tariffs)
Definisi: Persentase perbandingan antara tarif air limbah rata-rata yang berlaku dengan biaya dasar pengelolaan air limbah (Harga Pokok Produksi/HPP).
Rumus:

Data yang Dibutuhkan:
- Tarif rata-rata: Data tarif air limbah yang diberlakukan oleh BUMD Pengelola Air Limbah.
- Biaya Dasar: Nilai Biaya Dasar (HPuntuk SPALD.
Sumber Data:
- Laporan keuangan.
- Laporan teknik.
