Mengetahui nilai kinerja adalah langkah awal yang sangat penting bagi Badan Usaha Milik Daerah Air Minum (BUMD AM) dalam upaya perbaikan dan pengembangan. Nilai kinerja bukan sekadar angka, melainkan gambaran menyeluruh atas capaian organisasi dalam berbagai aspek seperti keuangan, operasional, pelayanan, serta kepatuhan terhadap regulasi. Setelah mendapatkan hasil penilaian ini, pimpinan dan tim manajemen perlu menjadikan informasi tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih strategis.
Langkah pertama ya
ng harus dilakukan adalah melakukan analisis mendalam terhadap hasil kinerja. Manajemen perlu mengidentifikasi indikator mana yang memiliki nilai rendah dan mencari tahu akar permasalahannya. Misalnya, jika indikator tingkat kehilangan air (NRW) tinggi, maka perlu dilakukan evaluasi teknis dan operasional pada sistem distribusi air. Dalam proses ini, pelibatan lintas unit seperti teknik, keuangan, dan pelayanan pelanggan menjadi penting untuk memastikan solusi yang menyeluruh.
Setelah itu, BUMD AM harus menyusun rencana aksi perbaikan (action plan) secara terstruktur dan terukur. Rencana ini mencakup target peningkatan kinerja, penanggung jawab, waktu pelaksanaan, serta indikator keberhasilan. Rencana tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki serta dukungan anggaran yang tersedia. Selain itu, keterlibatan Dewan Pengawas dan Pemda sangat penting untuk memberikan arahan serta memastikan adanya dukungan kebijakan.
Selanjutnya, monitoring dan evaluasi secara berkala harus dilakukan untuk memastikan bahwa rencana perbaikan berjalan sesuai target. Penggunaan sistem informasi kinerja yang terintegrasi dapat membantu dalam pelaporan dan pengambilan keputusan berbasis data. Evaluasi ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan penyesuaian jika terdapat hambatan dalam pelaksanaan. Transparansi dalam pelaporan hasil monitoring juga penting untuk membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.
Terakhir, nilai kinerja harus dijadikan bagian dari budaya organisasi. BUMD AM perlu mendorong internalisasi semangat perbaikan berkelanjutan di semua lini organisasi. Pelatihan dan pengembangan kapasitas pegawai, inovasi pelayanan, serta penerapan tata kelola yang baik adalah langkah strategis untuk menciptakan organisasi yang adaptif dan responsif. Dengan pendekatan yang tepat, nilai kinerja tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga menjadi pemicu transformasi menuju layanan air minum yang berkualitas dan berkelanjutan.
