Lewati ke konten
kinerjabumdam.org
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Kontak
  • Dashboard
  • Dokumentasi
Masuk / Daftar
Masuk / Daftar
kinerjabumdam.org

Panduan Pengguna

10
  • Pendahuluan
  • Variabel, Indikator Kinerja dan Informasi Kontekstual
  • Mengakses Aplikasi
  • Halaman Administrator
  • Halaman Data Provider
  • Daftar Utilitas (BUMD Air Minum)
  • Daftar Variabel
  • Daftar Provinsi
  • Daftar Kategori Variabel
  • Kategori Konteks Informasi

BUMD Air Minum

13
  • Indikator Kinerja Air Minum
    • Aspek Tata Kelola
    • Aspek SDM
    • Aspek Operasi
    • Aspek Pelayanan
    • Aspek Keuangan
  • Variabel Air Minum
    • Data Volume Air
    • Data Umum
    • Data Personil
    • Data Operasional
    • Data Kualitas Pelayanan
    • Data Ekonomi & Keuangan
    • Data Aset Fisik
    • Data Administrasi

BUMD Air Limbah

13
  • Indikator Kinerja Air Limbah
    • Aspek Tata Laksana
    • Aspek SDM
    • Aspek Operasi
    • Aspek Pelayanan
    • Aspek Keuangan
  • Variabel Air Limbah
    • Influen, Efluen & Lumpur Olahan
    • Data Umum
    • Data Personil
    • Data Operasional
    • Data Kualitas Pelayanan
    • Data Ekonomi & Keuangan
    • Data Aset Fisik
    • Data Administrasi

PDAB

13
  • Indikator Kinerja PDAB
    • Aspek Tata Laksana
    • Aspek SDM
    • Aspek Operasi
    • Aspek Pelayanan
    • Aspek Keuangan
  • Variabel PDAB
    • Data Volume Air
    • Data Umum
    • Data Personil
    • Data Operasional
    • Data Kualitas Pelayanan
    • Data Ekonomi & Keuangan
    • Data Aset Fisik
    • Data Administrasi
View Categories
  • Home
  • Docs
  • BUMD Air Limbah
  • Indikator Kinerja Air Limbah
  • Aspek Keuangan

Aspek Keuangan

51. PI_F_AL_01: Return on Equity (ROE)

Definisi: Rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari modal (ekuitayang tersedia.

Rumus:

Catatan: Jika laba bersih dan ekuitas keduanya negatif, maka nilai ROE adalah 1.

Penjelasan Komponen:

  • Laba Bersih Setelah Pajak: Selisih lebih antara total pendapatan dan total beban dalam satu periode (satu tahusetelah dikurangi pajak penghasilan (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).
  • Jumlah Ekuitas: Total modal ditambah cadangan, atau total aset dikurangi total kewajiban (tercantum dalam Laporan Neraca).

Data yang Dibutuhkan:

  • Laba bersih setelah pajak: Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.
  • Jumlah ekuitas: Nilai jumlah ekuitas (modal + cadangadari Laporan Neraca.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.
  • Jika laporan keuangan hasil audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.
  • Catatan: Penilaian kinerja keuangan tetap dilakukan meskipun laporan keuangan tidak diaudit selama 2 tahun berturut-turut atau memperoleh opini disclaimer, dengan catatan mengenai status audit laporan keuangan.

52. PI_F_AL_02: Rasio Operasi (Operating Ratio)

Definisi: Rasio yang mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan air limbah. Semakin rendah rasio, semakin efisien. Rasio di atas 100% menunjukkan kerugian operasional. Biaya penyusutan tidak termasuk dalam perhitungan biaya operasional.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Biaya Operasional: Seluruh biaya usaha pokok untuk pengolahan air limbah, tidak termasuk biaya penyusutan, meliputi:
    • Biaya langsung usaha: Pegawai, listrik, kimia, BBM, pemeliharaan (gedung, IPAL, jaringan pipa).
    • Biaya tidak langsung usaha: Biaya administrasi dan umum.
  • Total Pendapatan Air Limbah: Seluruh pendapatan usaha, termasuk pendapatan pokok air limbah dan pendapatan non-air limbah.

Dasar Penilaian Kinerja:

  • Minimal 100%: Tidak rugi, tidak laba (nilai minimum).
  • < 50%: Target ideal untuk efisiensi dan menghasilkan laba.
  • 50% ≤ x < 70%: Tingkat efisiensi di atas rata-rata.
  • 70% ≤ x < 90%: Tingkat efisiensi rata-rata.
  • ≥ 90%: Tingkat efisiensi kurang baik.

Data yang Diperlukan:

  • Total Biaya Operasional (termasuk biaya langsung dan tidak langsung, tidak termasuk penyusutan).
  • Total Pendapatan Air Limbah (pendapatan pokok dan non-air limbah).

Sumber Data: Laporan Laba Rugi.

  • Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP atau BPK.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal air limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

Cara Memperoleh Data:

  • Ambil nilai biaya operasional dari Laporan Laba Rugi.
  • Ambil nilai pendapatan dari Laporan Laba Rugi.

53. PI_F_AL_03: Rasio Kas (Cash Ratio)

Definisi: Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas dan setara kas yang tersedia.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Jumlah Kas: Seluruh uang tunai yang ada di perusahaan dan di bank.
  • Setara Kas: Investasi jangka pendek yang sangat likuid dan mudah dikonversi menjadi kas (misalnya deposito, surat berharga jangka pendek).
  • Jumlah Kewajiban Lancar: Seluruh kewajiban yang harus dilunasi dalam satu tahun buku (tercantum dalam Laporan Neraca).

Data yang Dibutuhkan:

  • Jumlah Kas + Setara Kas: Nilai total kas dan setara kas dari Laporan Neraca.
  • Jumlah Kewajiban Lancar: Nilai total kewajiban lancar dari Laporan Neraca.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

54. PI_F_AL_04: Efektivitas Penagihan (Collection Efficiency)

Definisi: Rasio yang mengukur persentase tagihan air limbah yang berhasil diterima pembayarannya dari pelanggan. Semakin tinggi rasio, semakin efektif penagihan dan semakin kecil piutang usaha.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Jumlah penerimaan rekening air limbah: Total uang yang diterima dari pembayaran rekening air limbah dalam satu tahun berjalan (melalui kas atau bank).
  • Jumlah rekening air limbah yang diterbitkan: Total nilai tagihan air limbah yang ditagihkan kepada pelanggan dalam periode yang sama.

Data yang Diperlukan:

  • Jumlah penerimaan rekening air limbah.
  • Jumlah rekening air limbah yang diterbitkan.

Sumber Data:

  • Laporan Daftar Rekening Ditagih (DRD).
  • Laporan Arus Kas.
  • Buku Laporan Penerimaan dan Laporan Rekening yang Ditagih (jika belum ada, perlu disusun).
  • Iktisar Rekening Air Limbah (biasanya disusun oleh bagian hubungan pelanggan).

Cara Memperoleh Data:

  • Data penerimaan rekening air dapat diambil dari Laporan Arus Kas atau dihitung dari saldo awal piutang + pendapatan penjualan air – saldo akhir piutang (DRD Tertagih).
  • Data jumlah rekening air diambil dari total nilai tagihan air limbah yang diterbitkan (harga air + beban tetap).

55. PI_F_AL_05: Solvabilitas (%) (Solvability)

Definisi: Ukuran kemampuan BUMD Pengelola Air Limbah dalam menjamin kewajiban jangka panjangnya dengan total aset yang dimiliki. Menunjukkan kemampuan perusahaan melunasi seluruh kewajiban dengan seluruh asetnya.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Jumlah Aset: Seluruh sumber daya yang dikuasai perusahaan yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan (tercantum dalam Laporan Neraca).
  • Jumlah Kewajiban: Seluruh kewajiban yang harus dibayar (tercantum dalam Laporan Neraca).

Data yang Dibutuhkan:

  • Jumlah Aset: Nilai total aset dari Laporan Neraca.
  • Jumlah Kewajiban: Nilai total kewajiban dari Laporan Neraca.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

56. PI_F_AL_06: Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif (%) / Return on Asset (ROA)

Definisi: Rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari total aset yang dimiliki.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Laba Setelah Pajak: Pendapatan Operasi + Pendapatan Non Operasi – Biaya Operasi – Biaya Non Operasi – Pajak (tercantum dalam Laporan Laba Rugi). Biaya Operasi terdiri dari Biaya Langsung dan Biaya Administrasi & Umum.
  • Total Aset: Aktiva Lancar + Investasi Jangka Panjang + Aktiva Tetap (Nilai Buku, tidak termasuk Aktiva Tetap Dalam Penyelesaia(tercantum dalam Laporan Neraca).

Data yang Dibutuhkan:

  • Laba bersih setelah pajak: Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.
  • Total aset: Nilai total aset dari Laporan Neraca (Aktiva Lancar + Aktiva Tetap).

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

57. PI_F_AL_07: Rasio Laba Bersih (%) / Profit Margin (%)

Definisi: Rasio yang mengukur persentase laba bersih setelah pajak yang diperoleh dari setiap rupiah pendapatan operasi.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Laba Bersih Setelah Pajak: Pendapatan Operasi + Pendapatan Non Operasi – Biaya Operasi – Biaya Non Operasi – Pajak (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).
  • Pendapatan Operasi: Pendapatan Pengelolaan Air Limbah + Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah. Pendapatan Pengelolaan Air Limbah terdiri dari harga jasa pengelolaan, jasa administrasi, dan pendapatan lainnya. Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah terdiri dari denda administrasi dan lain-lain.

Data yang Dibutuhkan:

  • Laba bersih setelah pajak: Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.
  • Pendapatan operasi: Nilai pendapatan operasi dari Laporan Laba Rugi.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

58. PI_F_AL_08: Rasio Aktiva Lancar terhadap Hutang Lancar / Current Ratio

Definisi: Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Current Ratio < 1 menunjukkan kondisi ilikuid, sedangkan > 1 menunjukkan kondisi likuid.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Aktiva Lancar: Kas dan setara kas, piutang, persediaan, pembayaran di muka (tercantum dalam Laporan Neraca).
  • Kewajiban Jangka Pendek: Seluruh kewajiban lancar pada akhir tahun buku, termasuk hutang usaha, hutang pajak, dan hutang lain-lain (tercantum dalam Laporan Neraca).

Dasar Penilaian Kinerja:

  • Minimal 100%: Batas minimum kemampuan membayar kewajiban jangka pendek. Nilai di atas 100% dianggap baik.
  • < 90%: Batas tidak wajar, menunjukkan potensi ketidakmampuan membayar kewajiban jangka pendek.
  • 110% ≤ x < 125%: Tingkat likuiditas di atas rata-rata.
  • ≥ 125%: Tingkat likuiditas baik.

Data yang Diperlukan:

  • Jumlah kas + setara kas, persediaan, piutang (dari Aktiva Lancar).
  • Jumlah kewajiban jangka pendek (Kewajiban Lancar).

Sumber Data: Laporan Neraca.

  • Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP atau BPK.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

Cara Memperoleh Data:

  • Ambil nilai kas + setara kas dari Laporan Neraca.
  • Ambil nilai kewajiban lancar dari Laporan Neraca.

59. PI_F_AL_09: Rasio Hutang Jangka Panjang terhadap Ekuitas / Debt to Equity Ratio

Definisi: Rasio yang mengukur proporsi hutang jangka panjang perusahaan dibandingkan dengan modal (ekuitapemilik.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Utang Jangka Panjang: Kewajiban yang harus dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun, termasuk pinjaman pemerintah, pinjaman luar negeri, dan kredit bank jangka panjang (tercantum dalam Laporan Neraca).
  • Ekuitas: Modal dan cadangan, termasuk penyertaan pemerintah, kekayaan pemda yang dipisahkan, modal hibah, selisih penilaian kembali aktiva tetap, cadangan tujuan, cadangan umum, laba ditahan (akumulasi kerugian), dan laba/rugi tahun berjalan (tercantum dalam Laporan Neraca).

Data yang Dibutuhkan:

  • Utang jangka panjang: Nilai total utang jangka panjang dari Laporan Neraca.
  • Ekuitas: Nilai total ekuitas dari Laporan Neraca.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

60. PI_F_AL_10: Debt Service Coverage Ratio (DSCR)

Definisi: Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban utang (pokok dan bungyang jatuh tempo dengan laba operasi sebelum biaya penyusutan.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Laba Operasi sebelum Penyusutan: Pendapatan Operasi – Biaya Operasi sebelum Biaya Penyusutan (Biaya Langsung + Biaya Administrasi & Umum sebelum Biaya Penyusuta(dapat dihitung dari Laporan Laba Rugi).
  • (Angsuran Pokok + BungJatuh Tempo: Total angsuran pokok utang jangka panjang dan bunga utang jangka panjang yang harus dibayar dalam periode berjalan (tercantum dalam Laporan Neraca atau jadwal pembayaran utang).

Catatan: Jika tidak memiliki utang berbunga dan mengalami laba, nilai DSCR adalah 5. Jika tidak memiliki utang berbunga dan mengalami rugi, nilai DSCR adalah 1.

Data yang Dibutuhkan:

  • Laba Operasi sebelum Biaya Penyusutan: Nilai laba operasi sebelum penyusutan dari Laporan Laba Rugi.
  • (Angsuran Pokok + BungJatuh Tempo: Nilai angsuran pokok dan bunga utang jangka panjang yang jatuh tempo dari Laporan Neraca atau catatan utang.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

61. PI_F_AL_11: Rasio Aktiva Produktif terhadap Pendapatan Pengelolaan Air Limbah (Asset to Sales Ratio)

Definisi: Rasio yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva produktif dalam menghasilkan pendapatan dari pengelolaan air limbah.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Aktiva Produktif: Aktiva Lancar + Investasi Jangka Panjang + Aktiva Tetap (Nilai Buku), tidak termasuk Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian (tercantum dalam Laporan Neraca).
  • Pendapatan Pengelolaan Air Limbah: Harga Jasa Pengelolaan Air Limbah + Jasa Administrasi + Pendapatan Pengelolaan Air Limbah Lainnya (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).

Data yang Dibutuhkan:

  • Aktiva Produktif: Nilai total aktiva produktif dari Laporan Neraca.
  • Pendapatan Pengelolaan Air Limbah: Nilai pendapatan pengelolaan air limbah dari Laporan Laba Rugi.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

62. PI_F_AL_12: Jangka Waktu Penagihan Piutang (Delay in Accounts Receivable)

Definisi: Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutang usahanya. Semakin pendek jangka waktu penagihan, semakin baik.

Rumus:

Penjelasan Komponen:

  • Piutang Usaha: Piutang Pengelolaan Air Limbah + Piutang Non Pengelolaan Air Limbah + Piutang Ragu-ragu – Penyisihan Piutang Usaha (tercantum dalam Laporan Neraca).
  • Jumlah Pendapatan Pengelolaan Air Limbah per hari: (Pendapatan Operasi SPALD : 360 hari). Pendapatan Operasi = Pendapatan Pengelolaan Air Limbah + Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah. Pendapatan Pengelolaan Air Limbah terdiri dari Harga Jasa Pengelolaan, Jasa Administrasi, dan Pendapatan Lainnya. Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah terdiri dari Denda Administrasi dan lain-lain (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).

Data yang Dibutuhkan:

  • Piutang Usaha: Nilai total piutang usaha dari Laporan Neraca.
  • Jumlah Pendapatan per Hari: Nilai Pendapatan Operasi per tahun dari Laporan Laba Rugi dibagi 360 hari.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan yang telah diaudit.
  • Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan/terakhir dapat digunakan.

63. PI_F_AL_13: Prosentase Pemenuhan Tarif FCR (%) (Percentage Fulfillment of FCR Tariffs)

Definisi: Persentase perbandingan antara tarif air limbah rata-rata yang berlaku dengan biaya dasar pengelolaan air limbah (Harga Pokok Produksi/HPP).

Rumus:

Data yang Dibutuhkan:

  • Tarif rata-rata: Data tarif air limbah yang diberlakukan oleh BUMD Pengelola Air Limbah.
  • Biaya Dasar: Nilai Biaya Dasar (HPuntuk SPALD.

Sumber Data:

  • Laporan keuangan.
  • Laporan teknik.
Updated on Mei 17, 2025

What are your Feelings

  • Happy
  • Normal
  • Sad

Share This Article :

  • Facebook
  • X
  • LinkedIn
  • Pinterest
Aspek Pelayanan
Daftar Isi
  • 51. PI_F_AL_01: Return on Equity (ROE)
  • 52. PI_F_AL_02: Rasio Operasi (Operating Ratio)
  • 53. PI_F_AL_03: Rasio Kas (Cash Ratio)
  • 54. PI_F_AL_04: Efektivitas Penagihan (Collection Efficiency)
  • 55. PI_F_AL_05: Solvabilitas (%) (Solvability)
  • 56. PI_F_AL_06: Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif (%) / Return on Asset (ROA)
  • 57. PI_F_AL_07: Rasio Laba Bersih (%) / Profit Margin (%)
  • 58. PI_F_AL_08: Rasio Aktiva Lancar terhadap Hutang Lancar / Current Ratio
  • 59. PI_F_AL_09: Rasio Hutang Jangka Panjang terhadap Ekuitas / Debt to Equity Ratio
  • 60. PI_F_AL_10: Debt Service Coverage Ratio (DSCR)
  • 61. PI_F_AL_11: Rasio Aktiva Produktif terhadap Pendapatan Pengelolaan Air Limbah (Asset to Sales Ratio)
  • 62. PI_F_AL_12: Jangka Waktu Penagihan Piutang (Delay in Accounts Receivable)
  • 63. PI_F_AL_13: Prosentase Pemenuhan Tarif FCR (%) (Percentage Fulfillment of FCR Tariffs)
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Kontak
  • Dashboard
  • Dokumentasi

Tolok Ukur Kinerja BUMD-AM

Bina KEUDA Kementerian Dalam Negeri – Jakarta.

Kantor Utama

Jl. Veteran No. 7, Jakarta Pusat Jam Kerja 8:00 a.m. - 4:00 p.m.

Hotline

+62 081 218 2979 983

Hak Cipta  © 2026 kinerjabumdam.org | Dikembangkan Oleh kinerjabumdam.org